Kumpulan Artikel Menarik , Tips Bermanfaat Serta Bacaan Yang Menghibur

ENTRI POPULER

Ternyata Usus Buntu Tak Perlu Operasi, Cukup Kasih Antibiotik

www.punkygapteg.blogspot.com
Ada bagian kecil sebesar jari kelingking di usus besar manusia, namanya usus buntu atau appendiks. Apabila terjadi infeksi pada bagian ini, maka terjadilah appendicitis atau radang usus buntu dan harus dioperasi. Namun sebuah penelitian menemukan bahwa sebenarnya antibiotik saja sudah cukup.

Hal itu ditegaskan oleh peneliti di Akademi Sahlgrenska, University of Gothenburg, Swedia. Dalam tesisnya, Jeanette Hansson membahas 2 penelitian pada pasien dewasa yang mengalami usus buntu akut.

Penelitian pertama membandingkan operasi dengan terapi antibiotik. Sedangkan pada penelitian kedua, usus buntu diobati dengan antibiotik sebagai terapi pertama.

Hasil penelitian yang dilakukan di Sahlgrenska University Hospital dan Rumah Sakit Kungalv ini menunjukkan bahwa mengobati usus buntu dengan antibiotik sama efektifnya dengan melakukan operasi bedah.

Pasien yang diobati dengan antibiotik juga lebih sedikit berisiko mengalami komplikasi ketimbang pasien yang menjalani operasi.

"Ada beberapa pasien yang sangat sakit sehingga benar-benar membutuhkan operasi. Tetapi 80 persen pasien usus buntu dapat diobati dengan antibiotik lalu sembuh dan sehat kembali sepenuhnya," kata Jeanette Hansson seperti dilansir Science Daily, Kamis (27/9/2012).

Di sisi lain, memang ada kekhawatiran peningkatan resistensi terhadap antibiotik sehingga mempengaruhi efektifitas pengobatan.

Namun secara garis besar, penelitian Hansson ini menyimpulkan bahwa antibiotik merupakan alternatif pengobatan usus buntu selain operasi pada pasien dewasa, asalkan pasien mau menerima risiko adanya kekambuhan.

Dengan antibiotik, risiko kekambuhan dalam waktu 12 bulan adalah sekitar 10-15 persen. Hansson dan rekan-rekannya berharap dapat mendokumentasikan risiko kekambuhan dalam jangka panjang sekaligus mempelajari apakah kekambuhannya juga dapat diobati dengan antibiotik.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa pada pasien yang membutuhkan operasi karena kambuh atau karena antibiotik tidak bekerja dengan baik, mereka tidak berisiko mengalami komplikasi berkaitan dengan operasi," kata Hansson.

Mencegah Anak Agar Tidak Mencoba Rokok

www.punkygapteg.blogspot.com
Meskipun terdapat peraturan batasan usia untuk membeli rokok, bukan berarti bisa menghindarkan anak-anak dari barang yang satu itu. Karena tak sedikit orang yang sudah mulai mencoba merokok sejak anak-anak.

Hampir sebagian besar perokok dewasa mengakui sudah memulainya sejak masih kecil. Umumnya anak-anak mulai merokok karena alasan tertentu seperti agar terlihat keren, agar tidak ditinggalkan oleh teman-temannya, merasa sudah dewasa serta bebas.

Namun orangtua harus segera menyikapinya dan menjaga anak-anak agar tidak pernah mencoba merokok. Seperti dikutip dari Health.MSN, Jumat (15/10/2010) diperlukan dasar komunikasi yang baik dengan anak untuk bisa mencegahnya agar tidak mencoba rokok.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua, yaitu:

  1. Cobalah untuk mendiskusikan topik yang sensitif dengan cara tidak menakut-nakuti atau semacam penghakiman.
  2. Tekankan pada anak-anak mengenai hal yang benar dan bukan mengenai yang salah, serta kepercayaan diri adalah perlindungan terbaik bagi anak agar terhindar dari tekanan teman sebayanya.
  3. Mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas yang melarang untuk merokok.
  4. Sangat penting untuk terus berbicara pada anak-anak tentang bahaya penggunaan rokok selama bertahun-tahun.
  5. Tanyakan pada anak apa yang menarik dan tidak menarik tentang rokok, usahakan orangtua menjadi pendengar yang sabar.
  6. Diskusikan dengan anak tentang cara anak menanggapi tekanan dari teman sebayanya. Mungkin akan sulit untuk mengatakan tidak, tapi cobalah memberikan respons alternatif seperti mengatakan bahwa merokok bisa membuat baju dan napasnya menjadi bau.
  7. Mendorong anak untuk meninggalkan teman-temannya yang tidak menghormati alasannya.
  8. Jelaskan pada anak bagaimana rokok bisa mengatur hidupnya, seperti bagaimana cara membeli rokok, dari mana anak-anak bisa mendapatkan uang dan hal lainnya.
Namun seringkali orangtua kecolongan dan menemukan anaknya sudah mulai merokok, misalnya dengan mencium bau asap dari pakaiannya. Hal pertama yang dilakukan oleh orangtua cobalah untuk tidak bereaksi berlebihan. Tanyakan padanya apakah ia bergaul dengan teman-teman yang merokok atau hanya mencobanya saja, karena banyak anak yang hanya mencoba sekali lalu meninggalkan rokok.

Tapi jika setelah itu muncul tanda-tanda seperti anak sering batuk, suara serak, bau mulut, rentan terkena pilek, sesak napas dan seringkali menemukan bau asap di pakaiannya, maka ada kemungkinan anak sudah mulai terbiasa untuk merokok.

Kondisi ini masih bisa terjadi karena terkadang pondasi yang baik antara orangtua dan anak tidak cukup untuk menghentikan anak bereksperimen dengan rokok. Karenanya diperlukan komunikasi yang intens dan lebih fokus. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa membantu, yaitu:
  1. Cobalah untuk meminta anak mengungkapkan apa yang membuatnya tertarik dengan rokok dan meminta anak untuk berbicara jujur.
  2. Sebagian besar anak tidak bisa menghargai bahwa perilakunya saat ini dapat mempengaruhi kesehatan di masa depan. Untuk itu cobalah berbicara bahwa anak bisa membelikan suatu barang yang lebih berarti dengan uangnya dibandingkan membeli barang yang bisa membuatnya sesak napas, bau mulut dan gigi kuning.
  3. Jika anak mengungkapkan bahwa ia bisa berhenti merokok kapanpun ia menginginkannya, maka mintalah anak untuk menghentikan konsumsi makanan favoritnya selama seminggu. Hal ini menunjukkan bahwa tidak mudah untuk berhenti merokok jika sudah kecanduan.
  4. Cobalah untuk tidak mengomel, karena akan semakin sulit untuk membuat anak berhenti merokok.
  5. Membantu anak untuk mengembangkan rencananya berhenti merokok serta tidak lupa memberinya pujian saat rencana tersebut berhasil.
  6. Jika hal tersebut tidak membantu dan frekuensi anak merokok semakin sering, maka ajaklah ia bertemu dengan dokter untuk merencanakan terapi menghentikan kebiasaan merokoknya

Jantung Rusak Kembali Sehat dengan Olahraga 30 Menit

www.punkygapteg.blogspot.com
Cepat, mematikan dan datang tiba-tiba, itu sebabnya serangan jantung merupakan penyakit yang ditakuti banyak orang. Penyakit ini seringkali meninggalkan kerusakan parah pada jantung. Untuk mengatasinya tak perlu obat yang aneh-aneh, cukup dengan banyak berolahraga.

Sebuah penelitian menemukan bahwa melakukan olahraga setiap hari dapat memperbaiki kerusakan yang diakibatkan serangan jantung. Para peneliti menemukan untuk pertama kalinya bahwa olahraga secara teratur dapat membuat sel-sel induk jantung aktif kembali. Hal ini akan memicu pertumbuhan otot jantung yang baru.

Sebelumnya para ilmuwan telah menemukan bahwa sel-sel induk bisa memproduksi jaringan baru melalui suntikan bahan kimia yang dikenal sebagai faktor pertumbuhan. Penelitian baru ini menemukan bahwa olahraga sederhana ternyata juga memiliki efek yang sama.

Para peneliti dari Liverpool John Moores University menemukan bahwa sebagian kerusakan akibat penyakit jantung atau gagal jantung bisa diperbaiki dengan cara 30 menit berjalan kaki atau bersepeda setiap hari yang cukup menghasilkan keringat.

Dalam penelitian terhadap tikus, peneliti menemukan bahwa olahraga dalam intensitas tersebut dapat mengaktifkan lebih dari 60 persen sel-sel induk jantung. Padahal, biasanya sel-sel induk ini sudah tidak aktif pada tikus dan orang dewasa.

Laporan penelitian yang dimuat European Heart Journal menjabarkan, setelah melakukan olahraga selama 2 minggu, tikus mengalami peningkatan jumlah cardiomyocites atau sel-sel pemicu detak jantung sebanyak 7 persen. 

"Olahraga meningkatkan faktor-faktor pertumbuhan yang mengaktifkan sel-sel induk untuk memperbaiki jantung. Temuan ini adalah yang pertama kalinya menemukan adanya potensi ini," kata peneliti, Dr Georgina Ellison seperti dikutip dari Telegraph, Senin (5/11/2012).

Dr Ellison menegaskan, meskipun pasien kerusakan jantung yang parah mungkin tidak mampu melakukan olahraga secara intensif, olahraga untuk pasien seperti ini dapat dilakukan dengan cara jogging atau bersepeda selama 30 menit sehari. Durasi ini dianggap masih aman dan tidak membahayakan kesehatan.

Namun memang, Dr Ellison mengakui bahwa efeknya akan lebih besar jika olahraga dilakukan dengan intensitas yang lebih tinggi. Karena penelitian ini masih dilakukan pada tikus, penelitian lebih lanjut terhadap manusia masih perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi hasilnya.

Perkuat Fungsi Panca Indra Bayi dengan 5 Cara Ini

wwww.punkygapteg.blogspot.com
Sistem panca indra seseorang dapat berfungsi dengan baik jika telah dilatih sejak bayi, bahkan sejak dalam kandungan. Rangsangan yang tepat dapat membantu bayi mengembangkan fungsi sistem indranya.

Berikut 5 langkah yang dapat Anda lakukan untuk memperkuat perkembangan panca indra bayi, seperti dilansir parenting, Senin (12/11/12) yaitu:

1. Membuat wewangian untuk memperkuat indra penciuman
Para ahli menyatakan bahwa indra yang paling awal berkembang pada manusia adalah indra penciuman, yang telah berkembang sejak dalam kandungan. Pada akhir trimester pertama kehamilan, bayi telah mampu mencium makanan yang dimakan ibu. Hal ini terjadi karena bau dapat menyeberangi cairan ketuban.

Pada minggu pertama kehidupan bayi setelah dilahirkan, hidung bayi telah dapat membedakan antara bau ASI ibunya dan bau ASI dari ibu lain. Bayi yang baru lahir langsung dapat menyesuaikan indra penciumannya dengan lingkungan dibanding keempat indra yang lain.

Untuk memperkuat indra penciuman bayi, hindari paparan asap rokok sejak hamil karena bayi telah dapat menyadari bau yang kurang menyenangkan sejak dalam kandungan. Ketika sedang bersantai, nyalakan lilin aromaterapi dengan bau lavender yang menyenangkan.

2. Sentuhlah untuk memperkuat indra peraba
Beberapa bulan pertama kehidupan, bayi masih sangat pasif dan masih bergantung pada stimulasi dan sentuhan yang nyaman dari orang dewasa. Mulai pada usia 4 bulan, telah ada perubahan pada bayi seperti dapat menyentuh dan menjangkau benda yang terdekat, seperti selimut, mainan, dan wajah ibu.

Cara meningkatkan kekuatan indra peraba bayia adalah menyentuh kulit bayi yang masih sangat sensitif dengan lembut atau memijatnya. Bayi benar-benar dapat merasakan getaran dari tubuh ibu ketika Anda menyentuhnya.

Sentuhan dari kulit ke kulit dapat memberikan efek yang menyenangkan bagi bayi, terutama jika bayi berbaring di dada Anda karena dapat membantu mengatur pernapasan dan suhu tubuh. Kenakan selimut yang lembut agar kulit bayi dapat terlindungi.

3. Lakukan kontak mata sesering mungkin untuk memperkuat indra penglihatan
Kemampuan bayi untuk mengembangkan indra penglihatan akan berkembang secara bertahap setelah usia enam atau tujuh bulan pertama kehidupan. Bayi yang baru lahir hanya mampu memfokuskan penglihatan sejauh 8 sampai 15 inchi.

Pada akhir bulan pertama, jarak pandang bayi telah meningkat menjadi sekitar tiga meter dan pada usia 3 bulan, bayi mulai mampu mengenali suatu benda atau wajah seseorang. Jika Anda berpikir mata bayi Anda tidak mampu menemukan benda-benda di sekitarnya setelah berusia 3 bulan, konsultasikan dengan dokter.

Bayi juga mengalami kesulitan membedakan satu warna dari yang lain sebelum usia 4 bulan. Untuk membantu meningkatkan kepekaan indra penglihatan bayi, lakukan kontak mata dengan bayi untuk membantu bayi agar fokus pada wajah Anda. Jangan menyusui sambil memegang ponsel atau melihat layar komputer.

Kemudian pastikan bayi berada dalam posisi yang nyaman, karena posisi leher dan kepala yang tepat sangat penting untuk mengembangkan penglihatan bayi.

4. Berikan rangsangan suara untuk memperkuat indra pendengaran 
Bayi telah mengembangkan indra pendengarannya sejak di dalam rahim dan penelitian telah menunjukkan bahwa bayi dapat mengenali suara ibunya. Pada usia sekitar 2 bulan, bayi mulai merespons suara orang tuanya dengan menimbulkan suara-suara kecil.

Cara membantu bayi meningkatkan kemampuan indra pendengarannya, jangan menimbulkan suara yang terlalu keras di dekat bayi seperti bunyi alat musik yang meraung-raung karena dapat merusak pendengarannya. Berbicalah kepada bayi dan awasi responsnya.

Jika bayi tidak merespons suara Anda sama sekali dan tidak mengeluarkan satu kata pun ketika telah berusia 7 bulan, konsultasikan dengan dokter. Hal ini mungkin terjadi masalah pada pendengaran atau perkembangannya berbicara.

5. Ibu harus makan makanan yang bervariasi untuk memperkuat indra perasa bayi
Selera seseorang sebenarnya telah terbentuk sejak lahir. Bayi yang baru lahir secara alami telah mampu mengidentifikasi rasa manis dan rasa asin, yang merupakan hal baik, karena ASI mengandung kedua rasa tersebut.

Setelah bayi siap untuk makanan padat, biasanya sekitar 6 bulan, pilihlah makanan yang memiliki rasa manis alami seperti buah dan kentang manis. Jangan memberikan sayuran dengan rasa sedikit pahit seperti bayam, karena selera bayi masih sangat sensitif.

Untuk mengurangi kecenderungan pilih-pilih makanan, bahkan saat kehamilan, ibu harus mencoba untuk makan makanan yang sehat dan bervariasi. Saat menyusui pun, ibu harus makan makanan yang beraneka ragam agar bayi dapat mengenali berbagai jenis rasa melalui ASI

7 Tips Agar Gaji Bulanan Anda Tak Cepat Habis

www.punkygapteg.blogspot.com
Gaji Anda selalu habis di pertengahan bulan? Berarti ada yang salah dengan pengelolaan uang Anda setiap bulannya. Mungkin Anda kerap merasa, perusahaan memberikan gaji yang terlalu kecil dan pemasukan selalu tidak bisa mencukupi pengeluaran.

Mungkin sebenarnya gaji Anda sudah lebih dari cukup, hanya saja Anda lebih banyak menggunakan gaji Anda itu untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Sebelum kebiasaan buruk Anda ini jadi bencana keuangan, simak beberapa solusi agar Anda bisa menyimpan gaji bulanan, seperti yang dikutip dari hubpages.

1. Sisihkan Gaji
Sisihkan 10 sampai 30 persen gaji setelah menerima gaji, lalu simpan di rekening bank yang khusus untuk menabung. Usahakan jangan pernah memakai uang yang berada di bank tersebut. Agar tidak tergoda untuk melakukan penarikan uang, jangan membuat fasilitas kartu ATM pada akun bank tersebut.

2. Buat Prioritas
Membuat prioritas dalam pengeluaran. Dahulukan membayar tagihan-tagihan sebelum membelanjakan uang untuk kepuasan semata. Anda harus menyisihkan uang di awal untuk membayar tagihan-tagihan tersebut.

3. Jangan Belanjakan Sekaligus
Saat menerima gaji, jangan membelanjakan uang Anda sekaligus. Rencanakan setiap bulan seberapa banyak Anda akan mengeluarkan uang untuk belanja dan taat pada rencana tersebut.

4. Bijak Saat Berbelanja
Jangan membeli berdasarkan keinginan, namun berdasarkan kebutuhan. Saat Anda berpikir membutuhkan tas baru, pikirkan dua kali, apakah tas lama Anda benar-benar tidak bisa dipakai sampai harus membeli yang baru? Jika tidak, bahkan mungkin masih ada beberapa tas di dalam lemari, sebaiknya alokasikan untuk keperluan lain yang lebih penting, atau ditabung.

5. Belanja Sesuai Kemampuan
Berbelanjalah sesuai uang yang Anda punya bulan ini, bukan berdasarkan seberapa uang atau bonus yang akan Anda dapat di kemudian hari. Ingat, jangan mengeluarkan uang untuk keperluan tidak penting dan berharap akan mendapatkan uang ekstra setelahnya.

6. Batasi Penggunaan Kartu Kredit
Jangan memiliki lebih dari dua kartu kredit di dalam dompet jika Anda tidak bisa mengontrol penggunaanya. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar Anda tidak terbebani saat membayarnya. Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan utang lainnya, segera setelah gaji Anda masuk. Dengan melunasi tagihan tersebut, di bulan-bulan berikutnya Anda tidak akan terbebani lagi dengan utang.

7. Investasi
Investasikan gaji Anda dengan mengikuti asuransi, bermain reksadana atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Dengan cara ini sama saja seperti Anda menabung disiplin.

Warsito P Taruno, Pencipta Alat Pembasmi Kanker

www.punkygapteg.blogspot.com
Semula Warsito P Taruno adalah ahli tomografi yaitu ilmu atau teknologi tentang cara “melihat” reaksi dalam reaktor baja atau bejana tak tembus cahaya. Namun didorong keinginan membantu kakaknya yang mengidap kanker payudara, dia berhasil menciptakan alat pembasmi kanker.

Alat berbentuk rompi yang didalamnya berisi lempengan logam yang dialiri listrik dari baterai itu terbukti berhasil menyembuhkan penyakit kanker sang kakak. Tak hanya itu doktor lulusan Universitas Shizuoka, Jepang ini juga berhasil mengembangkan alat itu untuk membasmi kanker otak, kanker usus, dan sebagainya.

Bahkan kini, alat pembasmi kanker ini juga digunakan oleh sebuah jaringan rumah sakit di India. “Kami sudah melakukan kesepakatan kerjasama pemanfaatan alat ini untuk pasien rumah Sakit Apolo di India. Ini sebuah jaringan rumah sakit yang tersebar di berbagai kota di India,” ujar Warsito yang mendirikan CTechs Laboratory di ruko Modernland, Tangerang ini.

Selain India, sejumlah dokter dari Belgia juga sudah menyatakan keinginannya menggunakan alat pembasmi kanker ini untuk pengobatan di salah satu negara Eropa itu. Selain itu, dokter dari Belgia ini juga bersedia membantu pengembangan alat yang ditemuka Warsito. Bahkan bersedia menjadi semacam perwakilan di Eropa.

Alat yang menggunakan prinsip radiasi listrik statis, telah menyembuhkan seorang pasien penderita kanker otak kecil. “Alhamdulillah, setelah pemakaian dua bulan pasien dinyatakan sembuh total. Saya mendapat salinan hasil CT-Scan otak pasien oleh tim dokter rumah sakit,” kata Warsito.

Saat ini, kantor Warsito tak hanya ramai dengan aktivitas penelitian tomografi, namun juga banyak di kunjungi penderita kanker. Tak hanya datang dari sekitar Ibu Kota, para penderita datang dari berbagai daerah. Bahkan beberapa diantaranya ada pasien yang datang dari Singapura dan Malaysia.

Warsito tidak mengambil keuntungan besar dari alat temuannya ini. Hanya saja mengingat banyaknya penderita yang datang, saat ini tim yang dimpimpinnya baru bisa menyelesaikan pesanan alat bagi penderita sekitar satu bulan. Alat tersebut dipakai disesuaikan dengan kondisi penyakit kanker yang diderita.

Menurut Warsito, alat pembasmi kanker yang dikembangkan sedang dalam proses sertifikasi oleh Balitbang, Kementerian Kesehatan. Dia mengatakan, metode radiasi listrik statis berbasis tomografi ini, sepenuhnya hasil karya anak bangsa yang bakal menjadi terobosan dalam dunia kedokteran. 

Selain akan merevolusi pengobatan kanker secara medis, kata dia, juga akan meminimalisasi biaya yang harus dikeluarkan pasien atau keluarganya. “Yang pasti ini akan mengubah metode pengobatan yang selama ini menggunakan radiasi berisiko tinggi dan berbiaya mahal,” kata pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah yang melakukan post doctoral di Ohio University, Amerika ini.

Saat ini sudah banyak penderita yang memakai dan sembuh setelah memakai alat ini. Saat awal memakai, penderita biasanya ditandai dengan keringat yang bau menyengat serta feses berwarna hitam. Meski demikian ia mengakui bahwa alat yang dia temukan itu masih perlu dielaborasi lebih jauh terutama dari sisi ilmu kedokteran.

Cegah Kanker Payudara dengan Tidak Menyimpan Ponsel di Bra!

Bra atau lengkapnya brassiere memang tidak didesain sebagai tempat penyimpanan ponsel. Banyak risikonya jika ponsel ditaruh satu tempat dengan payudara, mulai dari rasa tak nyaman hingga yang terburuk yakni risiko kanker payudara.

Cegah Kanker Payudara dengan Tidak Menyimpan Ponsel di Bra!

Hubungan antara ponsel dengan risiko kanker payudara sudah mencuat sejak beberapa tahun lalu, khususnya terkait dengan radiasi gelombang elektromagnetiknya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa radiasi ponsel bisa memicu mutasi genetik pada payudara lalu menjadi kanker.

Berbagai penelitian yang dilakukan selama ini menunjukkan hasil yang bervariasi sehingga belum bisa diambil satu kesimpulan pasti. Sama halnya dengan hubungan antara radiasi ponsel dengan tumor otak yang kesimpulannya sampai sekarang masih simpang siur.

Meski demikian, beberapa ahli sepakat untuk menganjurkan kewaspadaan terkait risiko kanker payudara. Ketika sudah ada satu saja penelitian yang membuktikan adanya pengaruh radiasi ponsel, maka tidak ada salahnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sampai ada data lebih lanjut yang menyatakan hal itu benar atau salah, saya pilih menjauhkan ponsel dari tubuh saya khususnya payudara," kata Dr June Chen, seorang ahli radiologi di bidang kanker payudara, seperti dikutip dari Wtvr, Rabu (21/11/2012).

Langkah yang diambil Dr Chen sejalan dengan anjuran beberapa perusahaan ponsel untuk tidak terlalu dekat meletakkan produknya dengan tubuh pengguna. Dalam buku petunjuk pemakaian iPhone misalnya, dianjurkan untuk memberi jarak 10 mm dari tubuh saat menggunakan ponsel.

Cara lain yang dianjurkan oleh para ahli adalah dengan tidak menyimpan ponsel di dalam bra. Anjuran ini tidak berlebihan atau mengada-ada, sebab di beberapa negara mulai marak dipasarkan bra dengan desain kantong kecil sebagai tempat untuk menyimpan ponsel.

Memang ada beberapa keuntungan saat meletakkan ponsel dekat dengan payudara. Selain lebih aman karena mungkin para jambret lebih banyak mengincar ponsel di tas dan kantong celana, temperatur payudara yang lebih hangat juga bisa membuat baterai lebih awet.

"Sesederhana itu dan mungkin bisa menyelamatkan diri dari mastektomi, kemoterapi. Mudah dilakukan, jadi kenapa harus ambil risiko?" kata Dr John West, seorang dokter spesialis kanker payudara yang juga memilih untuk tidak mengantongi ponsel di saku bajunya.

Apakah Anda Kena Diabetes? Cari Tahu dengan 10 Pertanyaan Ini

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penderita diabetes terbesar di dunia. Pola makan dan gaya hidup harus benar-benar diperhatikan agar terhindar dari penyakit ini.

Apakah Anda Kena Diabetes? Cari Tahu dengan 10 Pertanyaan Ini

Nah, apakah Anda terkena diabetes? Cari tahu jawabannya dengan menjawab 10 pertanyaan berikut, seperti dikutip dari health.india.com, Kamis (22/11/2012):

1. Apakah nafsu makan Anda meningkat akhir-akhir ini?

Nafsu makan yang meningkat disebut pula sebagai polifagia, terjadi ketika kadar gula darahnya tinggi. Sel-sel di dalam tubuh akan merasa kelaparan, karena tidak dapat menggunakan glukosa yang berada di dalam aliran darah. Hal inilah yang membuat seseorang selalu merasa kelaparan.

2. Apakah Anda lebih sering buang air kecil?

Hal ini menunjukkan poliuria disebabkan oleh tingginya jumlah glukosa dalam urin.

3. Apakah Anda sering merasa haus?

Ini bisa jadi merupakan polydypsia yang disebabkan oleh peningkatan buang air kecil dan hilangnya cairan.

4. Apakah berat badan Anda menurun meskipun nafsu makan besar?

Dalam diabetes, tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa yang tersedia. Karena ketiadaan bahan bakar, akhirnya lemak pun dibakar. Hal ini menyebabkan penurunan berat badan.

5. Apakah belakangan ini Anda merasa lelah sepanjang hari?

Karena cadangan glukosa yang tidak digunakan, tubuh tidak mampu untuk mendapatkan energi dan karenanya merasa lebih lelah.

6. Apakah Anda merasa kesemutan di kaki dan jari-jari atau ada sensasi mati rasa?

Tingkat glukosa yang tinggi dalam tubuh dapat mempengaruhi saraf sehingga dapat menyebabkan kesemutan atau 'neuropati diabetes'. Terkadang menyebabkan mati rasa di pinggiran tubuh.

7. Apakah Anda mengalami infeksi lebih sering daripada sebelumnya?

Tingkat gizi berkurang dalam sel-sel tubuh sehingga dapat menurunkan kekebalan. Akibatnya sering mengalami infeksi terutama di saluran kemih, kulit, dan vagina.

8. Apakah penglihatan Anda menjadi kabur?

Bentuk dan fleksibilitas lensa mata berubah karena gula darah yang tinggi, sehingga mendistorsi kemampuan mata untuk fokus. Hal ini menyebabkan penglihatan kabur.

9. Apakah luka di tubuh Anda lama sembuh?

Karena sistem kekebalan tubuh yang lemah maka infeksi memiliki kecenderungan meningkat. Karena itu penyembuhan luka pada penderita diabetes pun menjadi lama.

10. Apakah Anda sering uring-uringan atau depresi akhir-akhir ini?

Hal ini bisa terjadi karena pasokan dan nutrisi glukosa ke otak menurun.

Jika Anda menjawab ya untuk 10 pertanyaan tersebut, maka sepertinya Anda memiliki gejala diabetes. Segeralah pergi ke dokter untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan penanganan medis yang tepat dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, Anda tidak perlu dihantu penyakit ini.

Remaja yang Ototnya Lemah Lebih Gampang Penyakitan dan Bunuh Diri

Yang namanya anak muda seharusnya kuat dan sehat fisiknya, tidak loyo ataupun letoy, demikian pandangan masyarakat terhadap remaja. Pernyataan tersebut ada benarnya sebab penelitian menemukan bahwa remaja pria yang ototnya lemah cenderung berisiko bagi kesehatan.

Remaja yang Ototnya Lemah Lebih Gampang Penyakitan dan Bunuh Diri

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa remaja pria yang loyo atau lemah ototnya lebih berisiko mengidap tekanan darah tinggi atau kelebihan berat badan. Pada akhirnya, risikonya mengalami kematian dini atau cepat mati karena berbagai sebab pun meningkat.

Para peneliti dari Institut Karolinska di Swedia menemukan bahwa pengaruh rendahnya kekuatan otot pada pria di masa muda mirip dengan faktor risiko pemicu kematian dini seperti kelebihan berat badan atau tekanan darah tinggi.

Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 1 juta pria Swedia berusia 16-19 tahun. Para peserta menjalani tes kekuatan pada awal penelitian. Setelah dipantau selama 24 tahun, ditemukan ada sebanyak 2,3 persen atau lebih dari 26.000 orang peserta meninggal dunia.

Penyebab kematian paling banyak adalah bunuh diri sebanyak 22 persen. Kanker menyumbang hampir 15 persen kematian, sedangkan penyakit jantung dan pembuluh darah hanya mengambil jatah 8 persen dari total angka kematian. Kematian dini didefinisikan sebagai kematian sebelum usia 55 tahun.

Orang dewasa dengan kekuatan otot yang besar saat remaja memiliki risiko 20-35 persen lebih rendah mengalami kematian dini akibat berbagai hal, terlepas dari tekanan darah atau indeks massa tubuhnya.

Selain itu, remaja yang kuat juga 20-30 persen lebih rendah risikonya melakukan tindak bunuh diri serta 65 persen lebih kecil kemungkinannya didiagnosis mengidap gangguan kesehatan mental seperti skizofrenia atau gangguan mood.

"Temuan kami menunjukkan bahwa kekuatan otot yang lebih lemah pada remaja merupakan faktor risiko yang menjadi penyebab utama kematian saat dewasa muda, seperti bunuh diri dan penyakit kardiovaskuler," kata peneliti, Finn Rasmussen, seperti dikutip dari HealthDay, Kamis (22/11/2012).

Ketika para peneliti mengamati tingkat kematian peserta, tingkat kematian orang dengan kekuatan otot terlemah adalah sekitar 122,3 kematian per 100.000 orang tiap tahun. Sedangkan pada orang dengan kekuatan otot yang besar hanya 86,9 kematian per 100.000 orang tiap tahun.

Tingkat kematian untuk penyakit kardiovaskuler adalah 9,5 kematian pada kelompok lemah dan 5,6 kematian pada kelompok kuat per 100.000 orang tiap tahun, masing-masing. Untuk kematian akibat bunuh diri, angkanya adalah 24,6 kematian pada kelompok lemah dan 16,9 kematian pada kelompok kuat per 100.000 orang tiap tahun.

Lebih lanjut lagi, penelitian yang diterbitkan British Medical Journal ini menggarisbawahi pentingnya remaja-remaja loyo ini untuk berolahraga secara teratur sehingga meningkatkan kebugaran ototnya.

Ini Dia 4 Olahraga yang Asyik Dilakukan Saat Musim Hujan

Udara dingin saat musim hujan cenderung membuat orang malas bergerak dan lebih memilih untuk berada di bawah selimut lebih lama. Namun meski udaranya tak bersahabat, bukan berarti Anda tidak melakukan olahraga. Ada beberapa olahraga yang tetap asyik dilakukan meski musim hujan.




Ini Dia 4 Olahraga yang Asyik Dilakukan Saat Musim Hujan


Hanya karena hujan turun, bukan berarti Anda harus bermalas-malasan di dalam rumah dan duduk manis di depan televisi. Tubuh tetap butuh olahraga, terlebih karena kondisi lingkungan buruk dan virus penyakit lebih mudah menular.

Orang mungkin akan kesulitan untuk pergi ke pusat kebugaran, apalagi berolahraga di taman. Jika begitu, buatlah rumah menjadi pusat kebugaran. Anda bisa menggunakan alat-alat yang ada di rumah sebagai alat bantu olahraga, seperti kursi, kaleng sup, tangga bahkan handuk.

Berikut beberapa aktivitas fisik yang dapat Anda lakukan ketika musim hujan, seperti dilansir Livestrong, Kamis (22/11/2012):

1. Lakukan pekerjaan rumah sendiri

Mengerjakan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih rumah, mencuci, memasak atau menyetrika bisa menjadi kegiatan yang membakar kalori layaknya olahraga. Cobalah selesaikan pekerjaan rumah Anda sendiri tanpa bantuan mesin atau pembantu rumah tangga.

2. Aerobik dengan bantuan video

Tak perlu instruktur untuk bisa melakukan aerobik. Bila Anda tak bisa keluar rumah, cobalah beli video aerobik dan Anda bisa melakukan olahraga kardio tersebut di rumah sendiri.

3. Nge-gym dengan peralatan rumah

Gunakan benda-benda yang ada di rumah untuk membantu membuat ruangan gym yang menyenangkan. Misalnya, lakukan push-up di depan televisi, menggunakan kaleng susu sebagai barbel, naik turun tangga untuk mengencangkan otot paha, dan lainnya.

4. Menari

Anda juga bisa melakukan aktivitas fisik dan membakar kalori dengan menyetel musik dan menari di dalam rumah. Pilihlah lagu kesukaan Anda atau juga bisa dilakukan dengan pasangan.

5 Makanan Antioksidan Ini Bisa Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok

Survei menunjukkan bahwa hampir 90 persen perokok sebenarnya memiliki keinginan untuk berhenti merokok dan mengatasi kecanduan terhadap nikotin. Tetapi kebanyakan perokok merasa kesulitan berhenti merokok karena belum menemukan metode yang tepat.
5 Makanan Antioksidan Ini Bisa Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok


Merokok dapat merusak paru-paru, mengganggu tidur, dan kesehatan mental seseorang, sehingga Anda harus segera meninggalkan kebiasaan tidak sehat tersebut. Anda dapat mencoba metode diet antioksidan untuk membantu membebaskan diri dari kecanduan nikotin.

Ketika nikotin masuk ke dalam tubuh, akan terbentuk radikal bebas yang menyebabkan stres oksidatif atau kerusakan sel otak. Radikal bebas adalah kelompok atom dengan jumlah elektron yang ganjil dan terbentuk ketika oksigen berinteraksi dengan molekul tertentu.

Radikal bebas ini sangat tidak stabil dan akan membentuk reaksi berantai untuk menstabilkan diri, tetapi hal ini dapat menimbulkan kerusakan sel dalam tubuh seperti DNA dan membran sel. Hal ini bahkan dapat menyebabkan kematian sel dan mengarah pada berkembangnya masalah kesehatan tertentu.

Yang Anda perlukan untuk berhenti merokok adalah mengatasi kerusakan tersebut terlebih dahulu, dengan diet antioksidan. Antioksidan adalah molekul yang aman berinteraksi dengan radikal bebas dan menghentikan reaksi berantai sebelum merusak sel tubuh.

Mikronutrien seperti vitamin, selenium, beta-karoten, dan tembaga adalah beberapa nutrisi yang bersifat antioksidan. Oleh karena itu, antioksidan dapat menyembuhkan tubuh dari pengaruh buruk rokok. Antioksidan dapat membantu menstabilkan radikal bebas yang tidak stabil akibat paparan nikotin.

Para ilmuwan dari University of Rochester mencoba untuk mengetahui potensi antioksidan dalam memperbaiki stres oksidatif atau kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Peneliti menyatakan dengan memperbaiki kerusakan akibat nikotin, tubuh akan lebih fit dan dapat melawan efek kecanduan nikotin.

Seperti dikutip dari medindia, Kamis (22/11/2012), untuk mendapatkan manfaat tersebut, cobalah mengubah diet Anda dan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung antioksidan berikut:

1. Kacang
Kacang merah atau kacang hitam merupakan sumber makanan yang kaya antioksidan karena mengandung 8 jenis flavonoid. Para ahli kesehatan merekomendasikan untuk makan makanan sehat ini setidaknya sekali seminggu.

2. Blueberi
Blueberi merupakan salah satu sumber terkaya antioksidan dan sangat baik untuk kulit dan tubuh. Makanlah buah blueberi untuk mengusir efek berbahaya dari rokok.

3. Brokoli
Brokoli dilengkapi dengan nutrisi seperti folates, vitamin C, vitamin A, serat dan fitokimia yang bersifat antioksidan.

4. Tomat
Tomat kaya akan lycopene yang bersifat antioksidan. Kadar lycopene dalam tomat bahkan dapat meningkat hingga empat kali ketika dipanggang atau dipanaskan.

5. Cokelat hitam
Cokelat hitam adalah salah satu sumber terbaik flavonoid, antioksidan yang baik untuk jantung dan tubuh.

Penyakit yang Bisa Disembuhkan dengan Bercinta

Seperti yang telah banyak diketahui, seks memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan. Bahkan seks dapat menjadi obat alami bagi beberapa kondisi kesehatan tertentu seperti sakit kepala dan hidung tersumbat.

Penyakit yang Bisa Disembuhkan dengan Bercinta

Seperti dilansir besthealthmag, Senin (30/7/2012), berikut 9 manfaat seks kaitannya sebagai obat alami, antara lain:

1. Obati depresi

Seks dapat menjadi obat alami untuk orang yang sedang stres atau depresi. Ketika berhubungan seks, tubuh melepaskan endorfin ke dalam aliran darah dan menimbulkan perasaan tenang dan bahagia.

2. Obati pilek

Manfaat seks yang lain adalah dapat mengatasi hidung tersumbat karena flu atau pilek. Seks dapat menjadi anthistamin alami yang mampu memperlancar hidung tersumbat bahkan gejala-gejala demam lainnya.

3. Obati diet

Seperti yang telah diketahui, bercinta membutuhkan banyak energi sehingga dapat membakar kalori yang menumpuk dan membuat Anda gemuk. Berdasarkan kalkulator kalori, pada kegiatan foreplay, rata-rata tubuh akan membakar 2 kalori setiap menitnya, sedangkan setelah penetrasi, rata-rata tubuh akan membakar 6 kalori setiap menit.

Namun jumlah kalori yang dibakar tersebut tergantung berat badan kedua pasangan, berapa lama hubungan seks dan bagaimana gerakan yang dilakukannya serta kecepatan aktivitas seksualnya.

4. Pengencang otot tubuh

Ketika seseorang berhubungan seks, hampir seluruh otot dalam tubuhnya bekerja. Aktivitas seksual dapat mengencangkan otot-otot tubuh Anda yang setara dengan olahraga berenang hingga 20 lap.

5. Obat kecantikan

Ketika bercinta, wanita memproduksi hormon estrogen dalam jumlah besar. Hormon inilah yang membuat kulit menjadi halus dan rambut berkilau.

6. Obat bau badan

Semakin sering Anda melakukan hubungan seks, semakin banyak manfaat yang Anda dapatkan. Tubuh yang aktif secara seksual mengeluarkan hormon feromon dalam jumlah besar. Hormon inilah yang membuat tubuh memiliki bau badan yang khas dan menyenangkan.

7. Obat penenang

Seks dapat mengusir kegelisahan dan kecemasan dan merupakan obat alami yang sepuluh kali lebih efektif sebagai obat penenang di banding obat valium.

8. Obat sakit kepala

Seks dapat meringankan sakit kepala dengan melepaskan ketegangan yang membatasi pembuluh darah di otak. Migrain atau sakit kepala akan jauh lebih baik setelah Anda melakukan hubungan seks.

9. Obat kulit

Aktivitas seks juga bermanfaat bagi kesehatan kulit Anda dan mengurangi risiko menderita dermatitis, ruam dan flek hitam pada kulit. Seks memproduksi keringat dalam jumlah besar yang dapat membersihkan pori-pori dan membuat kulit bersinar.

Arti Di Balik Pelukan Pria

Apakah anda tahu apa arti di balik pelukan pria? Cara si dia memegang Anda terkait erat dengan perasaannya pada Anda. Pahami makna di balik pelukan kekasih hati sebagai petunjuk keseriusannya pada asmara yang tengah dirajut.

Apakah anda tahu apa arti di balik pelukan pria? Cara si dia memegang Anda terkait erat dengan perasaannya pada Anda. Pahami makna di balik pelukan kekasih hati sebagai petunjuk keseriusannya pada asmara yang tengah dirajut.

Mengelus lembut punggung
Pelukan seperti ini menandakan bahwa si dia sangat peduli pada Anda.
"Punggung adalah bagian tubuh yang sangat rentan," kata Wood. "Anda sendiri tidak dapat melihat punggung, sehingga saat disentuh tentu terasa mengejutkan."

Dengan lembut ia menggosok punggung Anda seraya mengatakan bahwa ia ingin menjaga dan melindungi Anda.

Ada juga kemungkinan bahwa kekasih butuh kenyamanan karena sedang marah atau sedih, bahkan jika dia tidak secara verbal mengatakannya.

"Mengelus punggung Anda memberinya ketenangan, di mana secara naluriah banyak orang melakukannya ketika mereka sedang down," kata Driver Janine, presiden Body Language Institute. "Seorang pria mengelus punggung Anda, dan tanpa ia sadari, itulah yang ia inginkan."

Balas pelukannya dengan ungkapan bahwa semuanya baik-baik saja.

Memeluk dari arah belakang
Seorang pria yang memeluk Anda seperti ini adalah karena cinta, bahkan jika dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia menyelimuti tubuh Anda dengan tubuhnya dan memungkinkan Anda bersandar padanya.

"Dengan melingkupi punggung Anda, ia berusaha menyampaikan bahwa ia ingin menjadi sandaran hidup Anda," kata pakar bahasa tubuh Patti Wood, penulis Success Signals.

"Dengan pelukan itu, dia pun melenturkan maskulinitas serta turut mengurangi kekuatan dan dominasinya," tambahnya, seperti dikutip Cosmopolitan.

Satu pengecualian adalah jika si dia hampir selalu memeluk Anda dari belakang.

"Artinya bisa jadi dia sangat membutuhkan hubungan lebih dekat, tapi mengira bahwa Anda tidak sedang available," kata Christopher Blazina PhD, penulis The Secret Lives of Men. "Dia menghindari pelukan dengan saling bertatap muka karena dia khawatir Anda tidak menyukainya."

MENANTI DESEMBER

Oleh: Oleh : Rezky Yulia Ekaputri


Cerpen Cinta Sedih: MENANTI DESEMBER


Puisi itu kembali terlantun dari bibir mungil Vera. Sudah hampir 3 tahun Vera melantunkannya sambil duduk di dekat jendela kamarnya dan menatap rembulan yang tiada henti menyinari malamnya. Itu seolah telah menjadi kegiatan rutinnya sebelum tidur.

“Vera… kamu belum tidur nak…?” tegur Mama Vera yang tiba-tiba saja telah berdiri di belakangnya.
“Belum Ma…” jawab Vera singkat.
“Trus, ngapain kamu duduk di situ…? Nanti kamu masuk angin.”
“Aku cuma liat bulan kok Ma. Liat dech, bulannya cantik banget…! Kayak Mama. Rasanya, aku ingin terus melihat bulan itu. Selamanya…” Ujar Vera sambil tersenyum dan memeluk Mamanya. Mama Vera pun membalasnya dengan pelukan yang hangat. Dan tanpa dia sadari, dia meneteskan air mata.
“Ma, Mama kok nangis…?” Tanya Vera saat air mata Mamanya menetes tepat di jemari tangannya.
“Nggak apa-apa sayang. Sekarang kamu tidur yah…!” ujar Mamanya sambil menyeka air matanya dan menuntun Vera ke pembaringannya.
“Selamat malam Ma.” Ujar Vera sambil tersenyum.
“Selamat malam sayang…” balas Mama Vera sambil mencium kening putri semata wayangnya.
Keesokan harinya, Vera kembali beraktivitas seperti biasanya. Bangun pagi-pagi, shalat, mandi, berpakaian rapi, sarapan, kemudian ke sekolah.
“Ma, aku berangkat dulu yach…” pamit Vera.
“Iya nak. Hati-hati di jalan.”
“Ok Ma… Assalamu alai’kum…”
“Wa’alaikum salam.”
Sesampainya di sekolah, Vera disambut dengan happy oleh sahabat-sahabatnya.
“Pagi guys…” sapa Vera.
“Pagi nona Vera…” balas sahabat-sahabatnya serempak.
Happy banget non… sampe senyum-senyum sendiri… baru dapat lotre yah…?” canda Citra.
“Hehehe… nggak kok. Pagi hari itu harus disambut dengan senyuman. Agar hari yang kita lalui terus dipenuhi oleh senyum dan kebahagian. Juga dapat menghapus segala luka dan duka yang terselip  di dalam hati. Sehingga kecerian kembali meliputi perasaan kita. Dan, nggak ada gunanya juga terus bernestapa meratapi kesedihan yang berlalu… maka, tetaplah kau tersenyum agar semua dukamu berangsur hilang dan berganti menjadi kecerian.” ujar Vera sambil tersenyum manis yang membuatnya kelihatan lebih cantik.
“Iyah Bu guru…” balas Citra.
“Yayayaa…beginilah susahnya berbicara dengan sang pujangga. Setia ucapan kita pasti dibalas dangan kata-kata yang puitis.” Timpal Karin.
“Hehehee… kalian ada-ada aja.”
Tak berapa lama mereka mengobrol, bel pun berbunyi. Mereka segera duduk di bangku masing-masing sambil menunggu guru mata pelajaran pertama hari itu.
“Selamat pagi anak-anak.” sapa Pak Syarif guru bahasa Indonesia sekaligus wali kelas mereka yang baru saja tiba di kelas.
“Pagi Pak……” jawab anak-anak dengan serempak.
“Baiklah, sebelum kita memulai pelajaran hari ini, saya akan memberitahukan sebuah informasi mengenai ulangan semester genap.” Ujar Pak Syarif. “Kemungkinan, ulangan akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Desember nanti kira-kira tanggal 12-17. Jadi, saya harap kalian bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan saya tidak mau ada siswa atau siswi dari kelas ini yang tinggal kelas. Kalian mengerti…?!” tegas Pak Syarif.
“Mengerti Pak…”
“Desember…” desis Vera lirih.
“Kenapa Ver…? Kok kamu kelihatan tegang gitu…? Biasanya kamu yang paling semangat kalau mau ulangan…?” Tanya Karin.
“Nggak kok. Oiaya, kita harus ngebentuk kelompok belajar bersama agar kegiatan belajar kita bisa efektif dan nggak cuma di sekolah.” Jawab Vera sambil berusaha tersenyum.
“Aku setuju…” ujar Citra diikuti anggukan setuju pula dari Karin.
“Tapi, nggak seru kalau cuma kita bertiga. Gimana kalau kita ajak Nia dan Dhea…?” usul Karin.
“Terserah kalian aja dech…” ujar Vera.
Mereka kemudian mengikuti pelajaran hari itu dengan serius. Dan sepulang sekolah, Vera, Citra, dan Karin mengutarakan niat mereka untuk mengajak Nia dan Dhea bergabung dalam kelompok belajar mereka. Dan ajakan tersebut disambut dengan riang oleh mereka.
“Ver…kita belajarnya di rumah kamu aja yah. Rumah kamu kan luas, jadi pasti bisa nampung kita.” Usul Nia.
“Iya. Lagipula, di rumah juga nggak ada siapa-siapa kok. Cuma ada aku dan Mama. Siapa tahu, dengan kehadiran kalian, rumahku bisa jadi rame. Yah, ibarat kata hadirnya dirimu  kan berikan suasana baru dalam hariku” Jawab Vera sambil tersenyum.
“Ok. Sekarang kita tinggal ngatur jadwalnya aja.” Kata Dhea.
“Aku nggak bisa hari senin dan rabu. Soalnya ada kursus bahasa inggris.” Ujar Citra.
“Aku juga nggak bisa kalau hari rabu. Aku kan lagi kursus Matematika.” Timpal Karin.
“Kalau aku sich belakangan ini, lagi nggak ada kegiatan. So, hari apa aja bisa.” Nia ikut angkat bicara.
“Kalau kamu Dhe…?” Tanya Vera sambil melihat ke arah Dhea.
“Aku sama kok kayak Nia. Kapan aja bisa.”
“Mmmh…berhubung hari jum’at aku kursus bahasa inggris dan setiap senin aku ngajar anak-anak ngaji, jadi jadwal bisa hari selasa, kamis, dan sabtu. Gimana…?” Vera memberi usul.
“Ok dech…” jawab yang lainnya serempak.
Setelah selesai mengatur jadwal yang ditetapkan, mereka kemudian pulang ke rumah masing-masing. Kebetulan hari itu, Vera nggak bawa motor, jadi dia nebeng sama Karin.
“Vera… kamu kenapa nak…? Kamu kelihatan pucat.” Tegur Mamanya ketika Vera baru pulang dan berjalan menuju kamar sambil memegang kepalanya.
“Nggak apa-apa kok Ma. Aku Cuma sedikit pusing. Mungkin karena cuaca yang sangat panas.” Jawab Vera sambil berusaha tersenyum karena, dia tak ingin membuat Mamanya merasa cemas.
“Kamu sudah makan obat…?”
“Udah tadi di sekolah. Mama nggak usah khawatir yah. Aku baik-baik aja kok. Aku cuma kurang istirahat. Di sekolah juga lagi banyak tugas.”
“Ya sudah. Sekarang kamu makan yah nak.! Setelah itu kamu tidur. Biar perasaan kamu bisa lebih enakan.”
“Iyah Ma.”
Vera kemudian mengganti seragam sekolahnya kemudian makan siang bareng Mamanya. Selepas makan, Vera lalu memberitahu Mamanya tentang kelompok  belajar yang baru dia bentuk. Dan Mamanya pun setuju dengan  keinginan Vera yang mengajak temannya belajar di rumah mereka.
***
                Ujian semester kurang lebih 1 minggu lagi. Vera dan kawan-kawannya sudah siap dengan matang untuk menghadapi ujian nanti. Namun, teman-teman Vera merasa heran karena sudah satu minggu lebih Vera tidak masuk sekolah. Menurut surat yang disampaikan kepada guru, Vera sedang sakit. Tapi, mereka tak tahu Vera sakit apa. Karena selama ini Vera kelihatan baik-baik saja. Kalau pun sakit, paling cuma dua atau tiga hari saja. Itu pun hanya sakit ringan.
“Vera sakit apa yah…? Nggak biasanya dia sakit sampai berhari-hari kayak sekarang.” Ujar Citra.
“Iya nich. Padahal semester bakal dilaksanakan minggu depan.” Tambah Dhea.
“Gimana kalau kita ngejenguk Vera aja. Udah lama juga kita nggak kumpul-kumpul bareng.” Usul Nia.
“Iya nih. Aku juga kangen ama kata-kata puitis anak itu.” Ujar Karin sambil nyengir.
So, kita go-nya kapan…” Tanya Dhea.
“Ntar aja. Pas pulang sekolah. Hari ini kan hari sabtu, jadi kita pulangnya cepet.” Nia kembali memberi usul.
“Ya deh.” Semuanya setuju.
Sepulang sekolah, mereka semua kemudian ke rumah Vera. Berharap bisa bercanda ria kembali dengan sahabat mereka.
“Assalamu alaikum…” seru mereka serempak ketika sampai di depan rumah Vera. Namun, tak ada jawaban. Mereka kemudian kembali memberi salam. Dan tak berapa kemudian, Mama Vera datang sambil menyeka air mata yang berlinang di pipinya.
“Wa’alaikum salam…” jawabnya dengan terbata.
“Ada apa tante…? Tante kok nangis…? Vera di mana…?” Tanya Citra dengan perasaan khawaatir. Namun Mama Vera tak menjawab dia hanya terus diam dalam tangisannya yang membuat Citra, Karin, dan Nia heran campur khawatir.
“Tante tenang dulu yah. Kita ke sini cuma mau ngejenguk Vera kok.” Nia mencoba menenangkannya.
“Kalau kalian mau ngejenguk Vera, dia ada di kamarnya.” Ujar Mama Vera dengan terbata dan menuntun keempat gadis belia tersebut ke kamar Vera. Namun, apa yang Citra, Karin, Nia, dan Dhea liat sungguh membuat mereka kaget. Vera tengah terbaring tak berdaya di atas kasurnya dengan selang infus yang ada di pergelangan tangannya.
“Vera kenapa tante…? Apa yang terjadi sama dia…?” Tanya Citra yang tak sanggup menahan air matanya saat berdiri tepat di hadapan sahabatnya.
“Sudah 5 hari Vera terbaring koma. Tapi, dia tak mau di rawat di rumah sakit. Dia bersih keras mau di rawat di rumah. Sebenarnya, selama ini Vera mengidap penyakit kanker otak. Tapi, dia selalu melarang tante untuk memberitahukannya ke kalian. Dan dokter memvonisnya hanya bisa bertahan sampai Desember tahun ini.” Jelas Mama Vera dengan air mata yang bercucuran.
“Astagfirullah hal adzim…” desis mereka berempat hampir bersamaan.
“Vera… kenapa kamu nggak pernah bilang ke kita kalau kamu itu sakit. Kenapa Ver…? Kita kan sahabat…? Tapi, kenapa kamu nyembunyiin hal ini dari kami…” ujar Karin sambil menangis dan menggenggam tangan Vera.
“Vera…bangun…!!! Kamu harus kuat. Kita selalu ada buat kamu. Kita semua sayang sama kamu Ver. Kita nggak mau kehilangan kamu…” lanjut Nia. Setelah mendengar kata-kata Nia, tiba-tiba saja jari tangan Vera bergerak dan Vera perlahan membuka matanya.
“Vera…kamu sadar nak.” Ujar Mamanya sambil mendekat ke arah Vera.
“Ma..Mama…” ujar Vera dengan terbata dan suara yang terdengar parau.
“Iya sayang… Mama di sini. Di sini juga ada sahabat-sahabat kamu. Mereka mau ketemu sama kamu. Katanya kamu harus kuat.” Mama Vera kembali tak dapat menahan air matanya.
Guys…maafin aku yah…” ujar Vera lagi.
“Ssssstt…kamu nggak perlu ngomomg apa-apa Ver. Kita udah tahu. Sekarang kamu yang semangat yah.” Ucap Dhea dalam isak. Vera yang tak mampu bersuara lagi, hanya bisa memaksa dirinya untuk tersenyum. Tiba-tiba saja Vera berusaha mengangkat kepalanya dan mengambil sesuatu di bawah bantalnya. Dan ternyata itu adalah sebuah surat. Vera kemudian menyerahkan surat tersebut kepada Citra dengan tangan yang bergetar.
“Aku pengen kalian baca surat itu.” Ujar Vera dengan terbata-bata.
“Iya Ver. Kita akan baca surat ini.” Jawab Citra sambil meraih surat yang disodorkan Vera.
“Ma…temen-temen…aku mau tidur dulu yah. Aku capek. Aku mau istirahat dulu. Kalian jaga diri baik-baik.” Ucap Vera lagi sambil menutup kedua matanya. Mama dan temam-temannya hanya bisa mengangguk dan menangis mendengar perkataan Vera. Perkataan terakhir yang keluar dari mulut Vera. Karena beberapa saat setelah itu, Vera telah menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggalkan semua orang yang mengasihinya. Mama dan sahabat-sahabatnya hanya bisa menangisi jasad Vera yang telah terbujur kaku. Tak lama setelah itu, Citra pun membuka amplop surat yang diberikan oleh Vera dan membacanya bersama semua.
Dear My Friend…
Guyz…
Maafin aku yah. Aku nggak bermaksud menyembunyikan tentang penyakitku ke kalian. Aku cuma nggak mau kalian khawatir dengan keadaanku. Aku juga nggak mau kalian mengasihani aku. Aku mau kalian menganggap aku sebagai Vera yang sehat, kuat, dan ceria. Bukan Vera yang sakit-sakitan.
Guyz…
Aku sayang banget ama kalian. Kalian ibarat bumi bagi aku. Aku nggak akan bisa hidup tanpa kalian. Tawa dan canda kalian selalu bisa membuat aku tersenyum dan semangat. Mungkin tanpa kalian aku udah lama menyerah. Tapi aku selalu ingin hidup. Hidup untuk tetap bersama kalian hingga Desember tahun ini.
Guyz…
Mungkin aku nggak bisa bertahan sampai semester nanti. Tapi aku mau kalian tetap semangat. Walau tanpa aku, kalian harus bisa dapat nilai yang maksimal. Dan kalian tahu, aku tuch seneng… banget…! Karena pada penantianku tahun ini, kalian menemaniku menanti  Desember. Hari-hari yang kita lalui bersama beberapa waktu ini membuat aku merasa hidup ini begitu indah dan berarti. Rasanya, aku masih ingin menikmati hari-hari bersama kalian. Tapi, waktu aku nggak banyak. Dan aku harus pergi. Pergi meninggalkan dunia fana ini. Membawa sejuta kenangan indah yang kita miliki dan takkan pernah kulupa hingga kelak aku menutup mata.
Guyz…
Tiga tahun aku menanti Desember. Dan Desember tahun ini aku benar-benar  harus pergi. Maaf jika selama ini aku terlalu banyak mempunyai kesalahan terhadap kalian. Terima kasih untuk semua kenangan indah yang telah kalian berikan padaku. Makasih dan selamat tinggal.
Much Love
Vera
Setelah membaca surat tersebut, mereka semua lag-lagi tak dapat membendung air matanya. Mereka terus menangisi kepergian Vera.
Kini Vera telah tiada. Sang pujangga telah pergi. Pergi dengan tenang menghadap sang khalik. Penantian Vera telah berakhir. Desember telah menjemputnya tepat pada tanggal 3 Desember. Saat usianya menginjak 17 tahun. Vera kini telah tenang di sisi-Nya. Kini dia telah tersenyum dalam tidur panjangnya. Tak ada yang dapat mencegah kepergian Vera. Bahkan, waktu pun tak dapat menghentikannya.
Rembulan…
Temani aku malam ini
Aku sedang menanti Desember
Rembulan…
Dalam keremangan malam
Aku ingin kau menyinari hatiku yang redup
Rembulan…
Jangan pernah tinggalkanku
Dan tetaplah menemaniku
Menanti Desember…
Mama Vera menemukan puisi itu di sela buku diary Vera. Puisi yang setiap malam dilantunkan Vera semasa hidupnya. Kini Vera telah tersenyum di samping rembulan. Rembulan yang senantiasa memenaninya menanti Desember.

Mencintaimu Cukup Bagiku

oleh Nurul A. Erviningrum
 
Mencintaimu Cukup Bagiku
Biarkan aku menatap lirih
Setiap keping kenanganku yang telah retak
Biarkan aku tetap mendengar
Bisu kata dari semua yang pernah terucap
Izinkan aku kembali melangkah
Sebelum lembar masa lalu berhasil menjamah
Akanku hirup udara yang menyesakkan
Walau nyata, tak dapat ku genggam angin
Sempatkan aku untuk tertunduk
Menyentuh kembali sakit yang terindah

“Gabriel.. ayo!!.”

Waktunya tiba, perempuan paruh baya itu sudah memanggilku. Aku tak punya alasan lagi untuk berkata ‘tidak’.

Kupandangi pintu lobi itu, entah untuk yang keberapa kali. Disana ada seorang penjaga, masih dengan kesibukan yang sama.

Perempuan paruh baya yang memanggilku tadi – yang tak lain adalah ibuku- ia mengecek barang-barang. Ia menenteng satu koper besar, bersiap menggeretnya.

“iel, kamu bawa yang ini!!.” Perintahnya. Ia menyisakan sebuah tas besar penuh isi. Aku tak tahu apa isinya. Bukankah sejak awal aku tak tahu barang apa saja yang kami bawa. Mm.. bukan kami, dia tepatnya. Ibuku. Aku tak sedikitpun andil dalam mengemasi barang-barang, karena sejak awal pula, aku enggan pergi. Aku meraih tas besar yang dimaksud sebelum ibuku berteriak lagi. Suara yang berusaha keras untuk kuabaikan.
Sudah kubilang padanya tak perlu membawa barang banyak-banyak. Tapi tetap saja, ia yang menang, apalagi alasan yang sungguh masuk akal. Kami akan pergi dan takkan kembali. Jadi wajar bukan jika membawa seluruh barang yang ada. Bagiku tetap saja berlebihan.

“jangan sampai ada yang tertinggal!! Itu, koper kecil itu dibawa sekalian yel!. Isinya surat-surat sekolah kamu.” Ujarnya lagi.

“ayoo!.” Ia sudah melangkah lebih dulu.

Sekali lagi, aku menatap pintu lobi, berharap disana ada seorang gadis berdebat dengan petugas penjaga karena memaksa masuk seperti di film-film.

Tapi mataku tak melihat apa-apa. Aku bahkan bisa menyebut tak melihat siapapun. Karna tak ada yang ingin kulihat saat ini kecuali gadis itu.

“Gabriel….” Erang ibuku. Ia sudah berjarak 7 meter dariku. Aku bisa melihatnya kesal. Bisa saja ia kembali kesini dan menjewer salah satu telingaku agar aku ikut berjalan dengannya. Tapi ia tak mungkin melakukan itu, umurku 18 tahun. Apalagi kami sedang di bandara. Dan satu lagi kenapa ia tidak akan meluapkan kekesalannya dalam bentuk lain, karna toh aku sudah mau ikut pergi. Pergi meninggalkan kota ini. Negara ini dan gadis itu. Gadis yang bukan gadisku.

Aku mengecek sekitaran tempat duduk. Sebenarnya aku juga tidak begitu peduli kalaupun ada yang tertinggal. Aku hanya sedang tidak ingin menambah situasi menjadi rumit.

“gabriel, ayo! Nanti kita ketinggalan pesawat.” Ocehnya lagi.

Aku menatapnya pasrah. Tak tega juga terus-terusan membuatnya mengomel begitu.

Okkey,, aku pergi. Selamat bu, karena sekarang aku berada penuh dalam kendalimu.

Aku melangkahkan kaki menuju dimana ibuku berdiri namun belum sempat aku sampai padanya, ia sudah berjalan lagi. Sepertinya ia tak tahan lagi menunggu langkahku. Yang penting dalam penglihatannya aku sudah mau berjalan. Langkahku terasa berat. Ada rantai dengan bola besi yang mengikat kakiku. Dan benda-benda itu tak kasat mata.

Melihat reaksinya, aku hanya bisa menghembuskan nafas panjang. Kepalaku tertunduk seolah merasakan aku telah kalah. Membuat ubin-ubin penyusun lantai ruangan ini terlihat jelas oleh mataku.

Aku juga bisa menangkap kedua tanganku yang menenteng tas besar disebelah kanan serta koper berukuran sedang disebelah kiri. Pearasaan malasku semakin muncul, rasanya ingin sekali aku berbalik arah kemudian berlari kencang, melempar dua benda ditanganku ini tanpa memperdulikannya dan kabur dari tempat ini. Tapi tidak, aku tak melakukannya. Jika setahun bahkan seminggu yang lalu aku masih punya alasan untuk menolak ajakannya bahkan sekedar menunda bersekolah di pert dan berkumpul lagi dengan ayahku, sekarang aku tidak punya alasan lagi untuk melakukannya. Bahkan semua telah berbalik, mungkin sebaiknya memang aku pergi. Aku ingin pergi. Hmm,.. bukan aku tak ingin, tapi aku harus. Akhh.. entahlah aku sudah tak tahu lagi.

“Gabriel.” Teriak seorang wanita lagi, cukup samar. Tapi aku tahu itu suara wanita.

Aku hampir mengumpat tertahan. Kukira itu ibuku. Tapi sedetik kemudian aku tersadar, itu bukan suara ibuku. Aku mendongak, didepan sana kudapati ibuku masih berjalan, tampaknya ia tak mendengar ada yang menyebut namaku, atau bahkan memanggilku dengan sengaja.

“Gabriel.”

Lagi. Suara itu?

Aku menoleh cepat. Belum sempat aku melempar pandangan, seseorang menubruk tubuhku dan melingkarkan kedua tangannya, memelukku erat. Aku hampir saja jatuh kebelakang, tapi tubuh orang ini tidak cukup untuk merobohkan pertahananku.

Mataku bertemu pada dua buah kornea hitam didepan sana. Ia menatapku tajam, gerahamnya yang kuat seolah berperang dengan kendalinya sendiri. Detik berikutnya matanya berkedip, tatapannya berubah tak setajam tadi. Nafasnya berhembus kasar. Pria itu berdiri seolah memberi jarak. Tentu saja ia menunggu disana dihadapanku dan seseorang yang memelukku ini sekitar 5 meter. Ia membiarkan lalu lalang orang menghalangi pandangannya.

Dengan menghiraukan tatapan pria itu, aku membalas pelukannya. Membiarkan rinduku bersemayam detik ini, dan aku berharap waktu berhenti sekarang juga.

Siapapun, hentikan waktu sekarang juga!!!

Ia membenamkan wajahnya didadaku dan aku membenamkan wajahku dilehernya. Posturku yang lebih tinggi membuatku memaksakan ini. Tak apa. Yang penting aku sangat nyaman.

Biarkan saja orang-orang melihatku dengan tatapan aneh termasuk pria itu. Biarkan saja, ibuku mengomel lagi karna aku tak kunjung menyusulnya. Biarkan saja detak jantungku beradu dengan aliran darahku yang deras. Biarkan saja keringatku mengucur karna rasa gugupku yang terlalu hebat. Dan kumohon biarkan saja, gadis ini tetap memelukku seperti ini.
***


“vi, buruaann!!!.” Teriakku didepan gerbang rumah.

“iya..” jawabnya.

Sivia masih sibuk mengikat tali sepatunya diteras rumah. Sedangkan aku sudah gelisah menunggunya sambil sesekali melirik kearah matahari.

Aku memang tidak suka memakai jam tangan dan dengan melihat bagaimana cahaya matahari saja aku sudah tahu jam berapa sekarang. Sivia berlari keluar gerbang rumahnya yang berjarak 3 langkah saja dari tempatku berdiri. Rumah kami memang bersebelahan tanpa penghalang apapun. Kecuali tembok tentunya.

“ayook!!.” Aku menggamit lengannya.

Kami mengambil langkah lebar menuju halte depan gapura kompleks. Aku masih menggandeng sivia, gadis ini akan semakin tertinggal kalau kulepaskan.

“aduh iyel, kaki kamu panjang banget sih? Aku jadi lari-lari nih.” Eluh sivia. Ia tertinggal satu langkah dariku.

“kalo ga gini nanti kita ketinggalan bis yang biasanya. Nah itu dia bisnya.” Ucapku.


Aku melihat bis itu berhenti di halte. Beberapa anak berseragam smp maupun sma naik, dua orang berseragam rapi akan ke kantor juga ikut naik. Bis itu nampak akan segera berangkat lagi. Sialnya kami belum sampai di gapura apalagi menyebrang ke halte itu.


“ ayo vi!.” Ajakku.

Kini kami tidak berjalan lagi. Aku berlari dan sivia, ia semakin berlari ketika menyadari bis itu akan segera meninggalkan kami.


“tunggu paakk!!.” Teriakku keras.

Aku berharap sopir itu mendengarnya. Atau kalau tidak, kondekturnya, atau beberapa penumpanglah minimal.

“pak stop pak.” Teriak sivia kali ini.kami masih berlari mengejar bis itu yang mulai berjalan lagi. Sivia dan aku sudah berhasil menyebrang, sayangnya bis itu sudah berjalan ketika kami sampai di halte.

Aku menambah kecepatan berlari, tanpa sadar tanganku masih menggandeng sivia. Gadis itu bersusah payah mengikuti kecepatan lariku. Cara berlarinya membuatnya mulai kehilangan keseimbangan.

Buuggg..

Tanganku tertarik kebawah. Aku hampir saja terjatuh karena itu. Ketika aku menoleh, sivia sudah tersungkur dijalan aspal.

“sivia..” pekikku menyadari gadis ini terjatuh.

Posisinya parah sekali untuk dilihat. Apalagi sebelah tangannya yang masih kugenggam membuatnya tak bisa menahan tubuhnya agar tak terbentur aspal.

“aduuhh..” erangnya. Ia duduk diatas aspal yang membuatnya mengerang kesakitan. Lutunya ditekuk, menampakkan sebuah luka lebar menganga disana. Mataku membelalak, darah merah mulai mengalir dari lukanya.

“sakit yel.” Lanjutnya

Aku ikut berjongkok didepannya, awalnya aku bingung harus melakukan apa kecuali, aku membuka resleting tas ranselku. Syukurlah, ada sapu tanganku didalamnya.

“pake ini dulu yah, nanti disekolah aku obatin.” Ucapku meyakinkan.

Sivia mengangguk. Kubalutkan sapu tangan putihku di lututnya. Bercak merah mulai tampak disapu tanganku itu.

“hey.. jadi naek nggak???” teriak seseorang dibalik punggungku. Aku menoleh kaget.

Seorang kondektur berdiri disamping pintu belakang bis yang sedang berhenti. Seorang pria berseragam sekolah berjalan menghampiri.

“jadi pak, tunggu sebentar.” Ucap pria itu sambil terus berjalan kearah kami.

“iel?.” Ucapnya.

“Alvin?.” Ucapku.

“kalian gak pa-pa kan?” tanyanya kemudian setelah menyadari posisi kami yang terduduk dijalanan aspal.

“ayok, keburu bisnya gak mau nunggu.” Ucapnya lagi.

Aku menoleh pada sivia, ia masih meringis kesakitan. Aku bisa melihat sebenarnya ia hampir menangis. Tapi tak jadi, mungkin karna ada orang lain disini sekarang.

“masih bisa kan vi?.” Tanya ku

Sivia mengangguk pasrah. Aku membantunya berdiri dan memapahnya menuju bis yang sopirnya sudah menekan klakson berkali-kali serta beberapa penumpang yang menunggu kami tak sabar.

Bis ini cukup penuh, sudah tak ada tempat duduk yang tersisa. Bahkan sudah ada beberapa orang yang berdiri saat kami naik. Aku menatap sivia prihatin, peluh keluar dari dahi serta bagian kulit wajahnya yang halus. Sementara kakinya, ia pasti sangat kesakitan jika terus berdiri. Bagaimana mungkin aku tega melihatnya begini?

Tiba-tiba alvin melepas ransel dari punggungnya lalu meletakkannya dilantai bis. Ia menepuk-nepuk ranselnya lalu memandang kearah sivia. Ia berjongkok didepan kami. Keningku mengerut melihatnya.
Kami masih berada didekat pintu belakang. Sivia tak sanggup berjalan lagi untuk sekedar masuk ketengah-tengah bis.

“duduk disini, isinya cuma buku aja kok.” Ucapnya yakin sedikit mendongak. Aku melongo cukup kaget atas perilakunya. Aku bahkan tak sampai berfikiran seperti itu. sivia menoleh kearahku ragu, aku mau tak mau mengangguk. Aku tak ingin membiarkannya semakin tersiksa dengan berdiri dalam keadaan lutut yang luka.

Aku sempat merutuki diriku sendiri kenapa tak bisa berfikir sekreatif alvin. Tapi sudahlah yang terpenting sivia bisa duduk sekarang yah meskipun akan terlihat seperti dilantai bis. Aku berjongkok disampingnya.

Hampir semua pandangan penumpang mengarah pada kami bertiga.

“thanks ya vin.” Ucapku. Alvin mengangguk saja menimpali.

“oh ya vi, kenalin ini alvin temen smpku dulu.” Ucapku. Sivia memandang alvin lama, alvin menunjukkan senyumnya.

“alvin.” Ucap temanku itu sambil menyodorkan telapaknya.

“sivia.” Ucap gadis ini menyambut jabatan tangan alvin.

“makasih ya.” Tambah sivia.

Alvin mengangguk seraya tersenyum lagi. Jabatan tangan itu masih terjadi. Entah kenapa tiba-tiba saja hatiku terasa sangat perih. Aku seperti merasa akan kehilangan.

Sejak pertemuan di bis itu, sivia dan alvin semakin dekat. Awalnya aku tak mempermasalahkan hal itu. Aku cukup tau Alvin. Tiga tahun aku duduk sebangku dengan pria itu. Ia pria yang baik. Tapi aku sadar kedekatan mereka lebih. Bahkan hingga hari ketujuh setelah perkenalan mereka, aku tak tahu sedekat apalagi mereka. Aku sering melihat Alvin datang kemari, kerumah sebelah, tepatnya rumah sivia. Aku juga sempat melihat Alvin mengantar sivia pulang kemarin.

Sivia mulai agak menjauh dariku. Mm..bukan. tapi jarak kami yang sedikit mulai menjauh. Aku memang masih berangkat bersamanya, tapi didalam bis, selalu sudah ada Alvin dan saat itulah aku seperti sulit untuk masuk dalam dunia sivia, dunia mereka. Keduanya sering tak sadar, aku berada didalam bis yang sama dengan mereka.

Entah sejak kapan alvin jadi suka naik bis, karna seingatku dulu ia tak suka naik transportasi umum. Mungkin hari itu kebetulan alvin terpaksa naik bus dan mulai hari itu pula ia selalu naik bus hingga kami selalu bertemu. Tepatnya sivia dan alvin selalu bertemu. Aku tahu aku sudah merasakan rasa yang tak wajar. Perasaan yang tak baik untuk tetap ada. Aku merasakan iri melihat kedekatan mereka, aku merasa sakit hati melihat mereka berdua mengobrol, bercanda, tertawa bahkan alvin pernah menolong sivia yang hampir jatuh dari pintu bis yang belum sepernuhnya berhenti.

Aku merasa posisiku dulu sudah tergantikan. Seperti saat ini, aku hendak mengajaknya pergi, dan kalian tahu sivia berkata apa? Gadis itu berkata...

“hey vi. Mm... aku ada tanding futsal nih, kamu nonton yah?. Emm masih sparring aja sih sebenernya, tapi kamu mau nonton kan?” tanyaku

Ia berpakaian cukup rapi. Semoga saja ini waktu yang tepat untuk mengajaknya pergi agar kedekatan kami yang sempat merenggang selama seminggu ini bisa kembali seperti dulu.

“mm… sorry yel, tapi aku ada janji mau nonton pertandingan basket Alvin. Kamu cuma sparring kan? Lain kali aja yah, kalo kamu tanding beneran aku bakal nonton kok. Ga pa-pa yah?.” Sivia menatapku tak enak hati.

Begitulah jawaban ia menolak ajakanku. Sesungguhnya aku lebih memilih dia berbohong saja daripada berkata jujur begini. Sakit sekali rasanya mendengar ia akan pergi menonton pertandingan basket Alvin, orang yang baru dikenalnya sekitar seminggu ini daripada pertandinganku sahabatnya sejak tiga tahun lalu.
“ngg.. yauda ga pa-apa kok.” Ucapku tak ikhlas.

Mungkin benar istilah orang-orang yg berkata
Dibalik “cie” ada kecemburuan
Dibalik “gpp” ada masalah
Dibalij “terserah” ada keinginan
Dan dibalik “yaudah” ada kekecewaan. Benar!! aku tengah kecewa sekarang.

“oke.. bye iyel.” Pamitnya

Aku memandang punggungnya bergerak melewati gerbang. Ternyata itu alasan ia berpakaian rapi sore ini. Dengan sadar aku berjalan kembali memasuki rumah.

“loh kenapa balik yel?.” Tanya ibuku.

“gak jadi pegi ma.” Ucapku malas.

Aku duduk disofa ruang tengah, melempar asal tas berisi perlengkapan futsalku.

“kok gitu, katanya mau tanding?.” Tanya beliau lagi.

“pertandingannya gak penting kok.” Ucapku berusaha santai.

Aku bisa melihat kening ibuku mengerut. Seolah berfikir aneh sekali dengan sikapku. Benar saja, aku tak pernah melewatkan satu latihanpun dari futsal, jadi bagaimana mungkin aku bisa dengan santai berkata ‘ pertandingan futsalku tidak penting’ itu sangat aneh menurut beliau pasti. Dan aku tidak memungkirinya.

“trus gimana yel sama tawaran mama tadi? Kamu ikut kan? Sebentar lagi kenaikan kelas loh yel.”

“aku uda bilang berapa kali sih sama mama. Aku gak mau pindah ke australia. Kalo mama mau pergi kesana ya kesana aja!. Iel ga apa-apa kok sendirian.” Jelasku.

Perasaanku semakin bertambah buruk saja sekarang.

“sendirian? Kamu pikir mama mau tinggalin kamu sendirian disini?.”

“mama gak percaya sama aku? Aku bakal baik-baik aja kok. Aku uda gede. Aku tau mana yang baik dan enggak. Lagian disini juga ada...”

“ada siapa? Sivia?” potong ibuku

Ia menatapku tajam. Aku membalas tatapannya enggan.

“sampe kapan kamu mau ngandelin dia? Minta bantuan dia apa-apa kalo mama gak ada? Memangnya dia gak kerepotan apa?.” Tanya ibuku bertubi-tubi.

Benarkah? Apa benar ucapan ibuku? Apa benar aku merepotkan sivia?

Selama ini aku selalu mengandalkannya memang. Ia memasakkan makanan untukku ketika ibu harus pulang malam bekerja. Ia membantuku mmembersihkan rumah yang berantakan ketika aku sibuk bermain futsal. Ia? Benar, mungkin aku memang terlalu merepotkan.

“iel ngerepotin sivia ya ma?” ucapku pelan.

Hari ini, aku tidak berangkat dengan sivia. Aku masih kepikiran ucapan mama, apa benar aku merepotkan gadis itu?.

Aku berangkat agak siang. Aku yakin sivia juga tak akan menungguku, toh didepan sana sudah ada alvin yang siap didalam bis langganan kami. Sudah ada pria yang menjaganya. Tapi apakah aku rela membiarkannya? Menggantikan posisiku menjaga sivia?. Aku bahkan memberinya ruang gerak pagi ini.
Tidak!!!. Pria itu, alvin, ia tak pernah tahu bagaimana aku menjaga gadis itu selama ini. Ia tak pernah tahu bagaimana aku jatuh bangun mengejar sivia. Dan satu hal yang harus dia tau, semua tak akan mudah. aku tidak akan melepas sivia. Aku tak akan melepaskan sivia demi apapun. Kecuali sivia yang memintanya. Gadis itu yang belum menjadi gadisku.

Aku beranjak dari sofa. Aku sudah selesai mengikat tali sepatu sejak tadi sebenarnya, tapi karna fikiran bodohku itu aku jadi melamun saja membiarkan waktu meninggalkanku sendiri tanpa sivia.

Hari ini, tepat dua bulan setelah kejadian dalam bis itu. Hari ini juga pembagian rapor kenaikan kelas. Aku sudah menerima raporku sejak tadi. Setelah itu, Aku menunggu kedatangan sivia ditaman sekolah. Ingin sekali kutunjukkan padanya bahwa raporku semester ini amatlah sangat membanggakan. Aku tak peduli jika ibuku menungguku dirumah, menanti bagaimana hasil belajarku selama ini. Yang terpenting sekarang adalah aku ingin menunjukkannya dulu pada sivia. Dia gadis pertama yang ingin kuberi tahu.

Dulu aku pernah berjanji pada diriku sendiri, aku akan menjadi yang terbaik dikelas. Dan ketika itu bisa terjadi, akan kuungkapkan perasaanku padanya. Akan kunyatakan rasa yang kumiliki ini. Akan kujelaskan betapa ia begitu berharga dalam hidupku. Dan inilah waktunya.

Menunggu sivia membuatku jadi gugup sendiri, jantungku berdegup kencang. Sekalipun aku sudah menghembuskan nafas menenangkan berkali-kali tetap saja tak berhasil. Aku gusar, menantinya dan menanti ucapanku sendiri.

Tak lama gadis itu datang, ia tersenyum. Senyum yang selalu kubayangkan kembali sebelum tertidur saat malam. Ia berjalan tenang, tapi bisa kulihat ia sangat senang sekali. mungkin ia mendapat nilai bagus atau kabar gembira yang lain. Semoga dengan pernyataanku nanti aku bisa menambah bahagianya hari ini.

“hay fy... aku mau ngomong sama kamu.” Ucapku mengawali.

Aku berusaha keras menyembunyikan rasa gugupku. Okeeh aku memang tidak berpengalaman, tapi kuharap aku bisa melakukannya.

“aku juga mau ngomong sama kamu yel.” Ucapnya sangat sumringah. Sungguh dengan mata terpejamkupun aku bisa melihat kebahagiaan terpancar dimatanya.

“oh yaudah kamu duluan deh yang ngomong. Ladies first.” Ucapku sok-sok’an. Sivia tertawa lebar.

“oke, yang pertama nilaiku diatas 85 semua yel. Yeee...” ucapnya semangat. Ia sempat melompat-lompat kegirangan.

“wahh... bagus tuh. Kayaknya aku bakal dapet traktiran deh.” Ucapku berbasa-basi. Ia berhenti melompat.

“eumm.. gak itu aja. Itu masih biasa kok. Mmm kamu tau gak...apa yang bikin aku lebih seneng?.”

Sivia menunjukkan ekspresi paling menggemaskan yang ia punya. Jantungku berdegup semakin cepat. Ya tuhan,, itulah salah satu alasan mengapa aku sangat merindukannya setiap detik. Aku menggeleng pelan.

“alvin nembak aku yel, kita udah jadian tadi pagi. Yee...” ucapnya girang lagi.

DEGG...
Hening. Bukan,, bukan karna sivia tak bersuara lagi, sivia masih lompat kegirangan. Tapi telingaku, telingaku seolah baru saja tersambar petir sehingga membuatnya tak bisa mendengar apapun lagi. Aku sudah tak bisa merasakan apapun lagi. Jantungku berhenti berdetak mungkin. Darahku berhenti mengalir. Nafasku tercekat ditenggorokan.

Mataku tak berkedip. Aku menatapnya nanar. Apa benar yang baru kudengar? Tuhan, silahkan ambil nyawaku sekarang.

“kamu kenapa yel?. Gak seneng yah?.” Ucap sivia sedih menyadari aku yang tak bereaksi apa-apa.

Aku menggeleng lemah. Aku masih bertahan dengan sisa nafas yang belum kuhembuskan sebelum sivia berucap tadi. Kubiarkan saja paru-paruku tak terisi oksigen. Biar, biar aku bisa merasakan sakit pada paru-paruku. Dengan begitu mungkin aku bisa menutupi rasa sakit pada hatiku.

“yel?. Kamu kenapa?. Rapot kamu baguskan?. Kamu naik kelas kan?.”

Aku mengangguk lemah. Sungguh, aku tak bermaksud untuk tak menjawab pertanyaannya. Tapi rasanya suaraku sudah diambil tuhan.

“beneran yel?. Ato Kamu sakit yah? Muka kamu kok tiba-tiba pucet?.”

Mataku menatapnya nanar lagi. Benarkah wajahku berubah pucat. Oh mungkin karna aku baru tersambar petir. Suaraku sudah diambil tuhan. Pendengaranku juga. Mungkin sebentar lagi nafasku. Jadi pantas saja kalau aku pucat.

“aku anter kamu pulang deh ya. Makan-makannya lain kali aja.” Ucapnya.

Kamu benar. Mana mungkin aku bisa makan. Bernafaspun aku sudah tak berniat. Aku mengurung diriku di kamar. Membenamkan wajahku pada tempat tidurku sendiri. Ibuku sempat panic melihatku yang pucat pasi. Setibanya tadi, ia langsung mengecek raporku, barangkali nilai disana yang membuatku begini. Andai aku bisa menjerit, bukan. Bukan itu.

Hari sudah malam, aku bisa melihatnya lewat kaca jendela kamar yang masih terbuka tirainya. Tadi sebelum aku tertidur, aku berifikir sesuatu. Sesuatu yang mungkin terbaik dan membiarkan aku jadi seorang pengecut. tapi aku leih baik jadi pengecut daripada mengusik kebahagiannya.

Aku turun menemui ibuku yang berada diruang tengah. Ia menyambutku hangat. Meski tak tahu apa yang sedang terjadi padaku.

“kamu makan ya nak. Mama ambilin.” Ucapnya.

“iel mau ngomong ma.”

Ibuku berhenti melangkah, mendengar nada suaraku yang serius. Beliau duduk kembali.

“apa?.”

“ma, iel bersedia sekolah di australi.” Ucapku parau. Aku menghembuskan nafas berat. Susah sekali aku mengucapkan itu.

“kenapa?.”

“mama gak perlu tahu alasannya. Yang penting iel mau.” Ucapku

“tapi?. Baiklah kalau begitu. Kapan?.” Wajahnya tak menegang lagi.

“besok? Bisa?.” Tanyaku tak yakin.

“secepat itu?.” Tanya ibuku tak percaya.

Aku mengangguk. Iya lebih cepat lebih baik. Toh aku sudah kalah, sudah saatnya aku pulang. Pulang tanpa dendam akan kekalahanku atau berniat merebut gadis itu. Aku tidak akan melakukannya. Melihat gadis itu tersenyum seperti tadi pagi, sudah cukup untuk meyakinkanku Alvin bisa membuatnya bahagia. Bahkan lebih bahagia daripada saat bersamaku.

“oke. Mama akan telfon papa. Kamu siap-siap yah!.” Perintah beliau.

Aku mengangguk. Dengan berat hati kutinggalkan perempuan paruh baya yang duduk disofa itu. Aku tahu pasti tanda Tanya besar ada diotaknya sekarang. Mungkin pertanyaan macam ini. ‘bagaimana bisa? Ada apa?’ benar. Karna sebelumnya aku selalu menolaknya mentah-mentah.

Tentu saja, untuk apa sekarang aku menolak lagi. Aku sudah tak punya alasan. Aku sudah tak berkewajiban lagi menjaga gadis itu. Gadis itu sudah mempunyai penjaganya sendiri. Bahkan juga penjaga hatinya.


Aku melangkah menuju balkon rumah dengan menenteng sebuah gitar. Menikmati sejenak hembusan angin malam yang mungkin sudah tak kan kurasakan lagi esok ditempat ini. Malass sebenarnya aku bersenandung. Atau sekedar memetik senar-senar gitar ini. Tapi entah aku ingin mempersembahkan sesuatu pada langit kota ini untuk yang terakhir. Aku ingin mencurahkan perasaanku pada bintang malam.

Semula ku tak yakin
Kau lakukan ini padaku
Meski di hati merasa
Kau berubah saat kau mengenal dia
Reff:
Bila cinta tak lagi untukku
Bila hati tak lagi padaku
Mengapa harus dia yang merebut dirimu
Bila aku tak baik untukmu
Dan bila dia bahagia dirimu
Aku kan pergi meski hati tak akan rela
* terkadang ku menyesal
Mengapa ku kenalkan dia padamu
“aku cinta kamu vi. Aku cinta kamu.” Ucapku lirih pada wajah sivia yang terlukis dilangit.

***

“aku udah tau semuanya.” Ucapnya melepas pelukan hangat ini.

Mataku membelalak lebar

Darimana?

“yah.. aku tahu. Alvin yang bilang. Kenapa kamu gak jujur aja sih?.”

Alvin? Kamu tau dari Alvin. Lalu Alvin tau darimana?. Oh aku lupa kalo alvin laki-laki. Ia pasti tahu sekali bagaimana perasaanku padamu sivia. Tapi apa? Sudah tak ada gunanya juga bukan?.

Lagipula, kenapa harus dia yang memberi tahumu vi? Kenapa bukan kamu sendiri yang bisa tau? Tak bisakah kamu membaca mataku? Tak bisakah kamu melihat perlakuanku? Tak bisakah kamu mendengar suara hatiku? Atau setidaknya bertanyalah pada langit dimana aku sempat berkata padanya dan kamu akan mendapat jawabannya?.

“kenapa harus pergi sih yel?. Kamu gak mau yah temenan sama aku lagi gara-gara aku gak bisa bales perasaan kamu?.”

Aku menggeleng keras.

“bukan. Bukan itu. Bisa mencintai kamu aja itu udah cukup buat aku.” Ucapku tersenyum.

“terus?.” Kening sivia mengerut.

“aku harus meneruskan hidupku. Bukan begitu?. Aku tidak ingin mengganggu kalian.”

Sivia sudah memasang wajah tak terima.

“hey, sejak kapan kamu mengganggu?.”

“banyak alasan yang gak bisa aku sebutin vi, aku harus pergi. Aku harap kamu ngerti keputusanku.” Timpalku.

Sivia memasang wajah pasrah lagi. Gadis ini. Ya tuhan andai gadis ini tahu, setiap ekspresi wajahnya itu semakin memunculkan rasa cintaku dan mengeruknya semakin dalam.

Sivia mengangguk mengerti. Aku menghembuskan nafas berat.

“kamu harus raih cita-cita kamu disana. Dan kamu harus janji akan buka hati kamu untuk gadis lain. Hey gadis pert cantik-cantik loh.”

“haha aku suka gadis Indonesia.” Ucapku basa-basi.

“oh disana kan juga banyak pelajar indonesia.” Timpalnya

“janji yah?.” Tagihnya.

Aku berfikir sejenak.

“mm.. okeh.” Ucapku

Dalam hati aku berkata ‘enggak, aku gak janji vi.’

Sivia tersenyum lega. Ia lalu menoleh pada alvin. Alvin tersadar waktunya datang. Ia menghampiri kami.
Dan inilah tiba saatnya waktu kami terbagi lagi. Dimana dunia kami menjadi bertiga lagi setelah sempat beberapa menit lalu aku merasa dunia ini hanya milikku dan sivia. Seperti duniaku sebelum kedatangan alvin dulu.

“jaga sivia ya bro.” Ucapku sok-sok’an

“pasti. Tanpa lo minta.” Ucapnya yakin.

Aku mengangguk paham. Lalu berbalik arah hendak pergi.

“iyel.”panggil alvin.

“gue akan ngejaga sivia sebagaimana lo pernah jaga dia dulu. Thanks ya lo ada disaat garis takdir belum mempertemukan gue sama gadis yang gue cintai.” Ucapnya.

Aku meneguk salivaku lalu mengangguk saja.

“gabriel.” Teriak ibuku lagi. Ia merusak suasana ini.

“aku pergi. Bye” ucapku lalu meninggalkan mereka.

Samar-samar aku mendengar ketika langkahku menjauh.

“kamu memang bukan orang yang aku cintai yel. Tapi kamu special.” Ucap gadis itu, gadis yang pernah kuimpikan jadi gadisku.

* terkadang ku menyesal
Mengapa ku kenalkan dia padamu

END..
 

Total Tayangan Halaman

Follow by Email

Diberdayakan oleh Blogger.