Kumpulan Artikel Menarik , Tips Bermanfaat Serta Bacaan Yang Menghibur

ENTRI POPULER

Home » » Senja di Imajinasiku

Senja di Imajinasiku

Share on :

Senja di Imajinasiku

Hari sudah mulai malam. “Aku pasti bakal telat karena ekskul ini” gumamku. Tapi aku hanya berjalan santai ke stasiun sambil melihat keadaan kota ini. Jam sudah menunjukkan pukul 5.30 sore. Matahari pun mulai terbenam di ufuk barat. Sinar oranyenya yang mulai memudar itu bercampur dengan langit yang berwarna biru tua. Bintang-bintang mulai berkelap-kelip di sepanjang langit kota ini. Meskipun sedikit. Sementara pengendara-pengendara mobil di jalanan yang padat beriuh-riuh membunyikan klakson dan berharap sampai sebelum makan malam. Gedung-gedung kaca menjulang tinggi dan tegap. Kutatap langit yang mulai gelap. Suasana langit itu sama seperti ketika kuberada di desa. Hanya saja jumlah bintang dilangit itu lebih banyak. Jauh lebih banyak.

=========== Flashback ==========

“Kak, udah malem nih, kita main kembang api yuk!” kata adikku Hibban.
“Ayo, ajak si Raihan ama Dandi, ya. Kita main setelah makan malam.” kataku.
Setelah makan, aku, adikku dan kedua sepupuku mulai bermain kembang api.
“Han, ayo ikut main kembang api. Gak bahaya kok!” ajakku ke Raihan.
“Ora, aku ra mau main kembang api! Wedheni!” kata sepupuku yang masih TK dengan logat jawanya. Sepupuku saja bisa bahasa daerah dengan fasih. Sedangkan aku yang sudah kelas lima ini? Terakhir kali kuingat nilai bahasa daerah aku dapat 4.
Di halaman kami gantung kembangapi-kembangapi itu di pohon dan tanaman. Membiarkan cahayanya bergabung dengan kilau bintang di langit malam.

===============================

Aku tersadar dari lamunanku. Mendengar suara klakson-klakson mobil dan melihat iklan-iklan di gedung-gedung tinggi dan di tembok. aku teringat hidupku di kota ini. Aku lebih sering bermain laptop dan menonton TV. Aku juga tidak ingin untuk mencari tahu apa tugas untuk minggu depan. Tapi aku semakin berkembang dari masa kecilku. Hidup kita semakin berubah mengalir terbawa waktu. dulu kita tidak tahu apa-apa sekarang kita banyak tahu dunia luar dari media sosial dan teman. Dulu kita nonton Dora the explorer, sekarang lebih suka film action. Semakin tua, tantangan dan godaan makin banyak. Dan semua itu hanya diri kita sendiri yang bisa mempertahankannya. Semuanya mulai dari diri sendiri dan berakhir karena diri sendiri. “Benar-benar senja yang membawa berkah” pikirku di jalan. Aku tidak sadar bahwa ternyata aku sudah sampai di stasiun.


TAMAT

Cerpen Karangan: M. Naufal Hanif Musyafa

Ditulis Oleh : Punky Styo

Artikel Senja di Imajinasiku ini ditulis oleh Punky Styo pada hari Rabu, 17 April 2013 . Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Senja di Imajinasiku dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

::! ::

5 komentar :

 

Total Tayangan Laman

Follow by Email

Diberdayakan oleh Blogger.