Kumpulan Artikel Menarik , Tips Bermanfaat Serta Bacaan Yang Menghibur

ENTRI POPULER

Home » , » Empat Gaya Pertengkaran Pemicu Perpisahan

Empat Gaya Pertengkaran Pemicu Perpisahan

Share on :

Tak ada yang salah dengan pertengkaran. Tapi jangan sampai pertengkaran dipenuhi drama sehingga masalah yang diperdebatkan tak kunjung selesai atau justru bertambah parah.

Empat Gaya Pertengkaran Pemicu Perpisahan

Gottman Relationship Institute, sebuah badan yang melakukan terapi dan konseling pada pasangan berbasis di Amerika Serikat, mengindentifikasi empat gaya pertengkaran paling beresiko memicu perpisahan. Kenali cirinya, agar anda bisa menghindarinya.

1. Apakah Anda suka menghina?
Jika anda tidak menghormati pasangan ketika bertengkar, segera lakukan intropeksi diri. Anda tentu ingin tetap dihormati pasangan, jadi lakukan juga hal itu padanya. Rasa tak menghormati juga bisa muncul karena banyak hal.

"pahami sumber kata penghinaan itu berasal. Mungkin ada pengalaman masa lalu, yang tidak terkait dengan hubungan. Rasa kesal yang terpendam membuat amarah meledak dan sangat merusak hubungan," kata Arpita Anand, seorang psikolog, dikutip dari Idiva.

2. Penuh kritik
Saling mengkritik dengan pasangan, memang baik. Tapi, jangan sampai pasangan selalu merasa salah dimata Anda. Seringkali, pertengkaran dipicu karena anda melontarkan kritik dengan cara yang menyakitkan. Padahal, ada banyak cara untuk mengkritik pasangan dengan cara lebih manis.

"Belajarlah untuk mempertanyakan motif dibalik kritik anda. Jika ingin memberitahu sesuatu, anda bisa membuat pernyataan positif yang anda yakini benar. Kemudian, berbicaralah tentang aspek-aspek negatifnya," kata Neeta Shetty, seorang psikolog.

Jangan menggunakan frase seperti, "kamu tidak akan pernah berubah" dan "saya tidak berharap sesuatu yang lebih baik dari kamu". Pendekatan anda harus positif, usahakan untuk selalu menghindari pernyataan menyudutkan.

3. Anda selalu memilih diam?
Diam juga salah satu hal yang sangat merusak hubungan. Masalah yang seharusnya diselesaikan dengan saling berbicara, malah menumpuk karena anda memilih diam.

"Beberapa orang memilih diam, tak melakukan komunikasi dan ingin pasangannya menyadari sediri kesalahan yang dilakukannya. Faktanya, pikiran Anda tak bisa dibaca, sadari itu!" kata Netty.

4. Selalu merasa jadi korban
Menempatkan diri anda selalu jadi korban dan pasrah, sementara pasangan adalah orang yang selalu salah? Bisa jadi anda, "ratu drama". Masalah kecil bisa jadi besar, hanya gara-gara emosi Anda yang meluap-luap.

Jangan biarkan emosi menguasai dengan merasa Anda adalah orang yang paling dirugikan. Pertengkaran bisa jadi semakin panas saat Anda mulai bersikap penuh drama. Jangan biarkan hanya karena itu, hubungan berujung perpisahan.

Ditulis Oleh : Punky Styo

Artikel Empat Gaya Pertengkaran Pemicu Perpisahan ini ditulis oleh Punky Styo pada hari Rabu, 20 Februari 2013 . Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Empat Gaya Pertengkaran Pemicu Perpisahan dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

::! ::

3 komentar :

 

Total Tayangan Halaman

Follow by Email

Diberdayakan oleh Blogger.