Kumpulan Artikel Menarik , Tips Bermanfaat Serta Bacaan Yang Menghibur

ENTRI POPULER

Home » , » Terlalu Banyak Konsumsi Margarin Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Terlalu Banyak Konsumsi Margarin Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Share on :
Terlalu Banyak Konsumsi Margarin Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Untuk mengurangi asupan lemak jenuh dari produk hewani, para pakar telah lama menyarankan untuk mengonsumsi lebih banyak lemak nabati tak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acid atau PUFA) seperti yang terdapat pada margarin. Namun baru-baru ini tim peneliti dari AS mengklaim bahwa fakta itu tidak benar.

Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti kembali menganalisis sebuah studi yang dilakukan di Sydney, Australia antara tahun 1966-1973. Studi tersebut melibatkan 458 partisipan pria berusia 30-59 tahun yang pernah mengalami serangan jantung atau angina (nyeri di dada yang biasanya disebabkan oleh penyakit jantung koroner).

Separuh partisipan disarankan untuk mengurangi konsumsi lemak hewaninya dan menggantinya dengan salah satu sumber lemak nabati tak jenuh jamak lainnya yaitu minyak safflower (hampir sama dengan minyak bunga matahari) dan margarin dari minyak safflower.

Seperti dilansir dari Daily Mail, Jumat (8/2/2013), dari situ diketahui bahwa partisipan yang makan lebih banyak produk ini berpeluang dua kali lebih tinggi untuk meninggal dunia akibat penyakit apapun, termasuk penyakit jantung.

Lagipula dalam studi ini peneliti melihat adanya konsistensi pengamatan terhadap dampak peningkatan konsumsi omega 6 dari asam lemak tak jenuh jamak. Omega 6 atau biasa disebut juga dengan asam linoleik sendiri banyak ditemukan pada pola makan ala Barat, terutama pada minyak sayuran seperti minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak safflower, minyak kedelai dan margarin yang terbuat dari minyak-minyak ini.

Sebab sekali masuk ke dalam tubuh, lemak tak jenuh jamak ini akan diubah menjadi zat kimia yang disebut Arachidonic Acid yang dapat memicu pelepasan zat kimia lain, yang mengakibatkan peradangan, penyebab utama penyakit-penyakit kronis seperti penyakit jantung.

Meski banyak yang mengkritisi temuan ini, ada juga pakar yang menganggap studi ini memberikan wawasan positif.

"Meski seharusnya minyak sayur dan margarine dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah serta meningkatkan penurunan berat badan, termasuk kesehatan secara umum, tapi keduanya merupakan salah satu jenis makanan yang paling banyak mengalami perubahan kimiawi. Oleh karena itu keduanya seharusnya tidak dikatakan sebagai makanan sehat," pungkas Victoria Taylor, pakar diet senior dari British Heart Foundation.

Ditulis Oleh : Punky Styo

Artikel Terlalu Banyak Konsumsi Margarin Tingkatkan Risiko Sakit Jantung ini ditulis oleh Punky Styo pada hari Minggu, 10 Februari 2013 . Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Terlalu Banyak Konsumsi Margarin Tingkatkan Risiko Sakit Jantung dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

::! ::

8 komentar :

  1. untung ga terlalu sering makan margarine...
    thanks gan info nya

    BalasHapus
  2. Wah musti kurangin nih...tp enak margarin..

    BalasHapus

 

Total Tayangan Halaman

Follow by Email

Diberdayakan oleh Blogger.